Gubernur Jatim Terima Kunjungan Danjen TNI - Berita Terkini Indonesia

Gubernur Jatim Terima Kunjungan Danjen TNI

Gubernur Jatim Terima Kunjungan Danjen TNI
468 Kali Dilihat=>>|

YALPK | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penyelenggaraan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara ke-39 di Jatim. Latihan yang akan diikuti oleh para
taruna-taruni tingkat akhir dari berbagai akademi, baik Akmil, AAU, AAL, Akpol, dan IPDN ini akan dilaksanakan di empat kabupaten di Jatim, yakni Jember, Bojonegoro, Trenggalek, dan Pamekasan.

Pemprov siap mendampingi dan membantu memaksimalkan seluruh program-program yang akan dilaksanakan di Latsitarda di Jatim,” kata Gubernur Khofifah saat menerima Danjen Akademi TNI, Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos beserta rombongan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (21/12) pagi.

 

Agar Latsitarda berjalan sukses, lanjut Gubernur Khofifah, perlu dibangun koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif guna memaksimalkan hasilnya. Alasannya, Latsitarda dilaksanakan pada 1 sampai 15 April 2019, sangat berdekatan dengan tanggal pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) RI, yaitu 17 April 2019. Meski demikian khofifah yakin bahwa pelaksanaan latsitarda tetap bisa berjalan maksimal dan tetap menjaga netralitas TNI-POLRI.

“ Mendekati tanggal pilpres, tentu ada sensitivitas tertentu. Ini yang harus diantisipasi oleh para Bupati, jajaran Dandim, Polres, Danramil, dan Kapolsek, serta camat,” lanjutnya sembari menambahkan

koordinasi dan komunikasi ini akan membuat pelaksanaan Latsitarda ikut membantu terciptanya suasana yang lebih tenang dan aman ditengah masyarakat, khususnya menjelang pilpres. Selain itu, imbuh Gubernur Khofifah, dalam implementasi di lapangan, para peserta Latsitarda juga diharapkan dapat mempelajari, memahami, dan menghormati kultur di masing-masing wilayah, yang akan dikunjungi. Salah satu contohnya di Jember dan Pamekasan, yang masyarakatnya
merupakan kultur Madura yang sangat religius.

 

“ Salah satu program Latsitarda adalah pengentasan buta aksara, di Jember dan Pamekasan yang kulturnya Madura, masyarakatnya bisa membaca huruf arab, tapi untuk tulisan latin belum tentu,”
imbuhnya seraya menambahkan, para peserta Latsitarda bisa memberikan pemahaman bahwa program pengentasan buta aksara dikhususkan untuk pengenalan tulisan latin.

Solusinya, kata Gubernur Khofifah, para taruna bisa menerapkan cara yang telah dilakukan orang nomor satu di Jatim ini saat menjadi Menteri Sosial dulu. Yakni, ketika mengajar, pertama-tama adalah menyapa dulu dengan salam, kemudian menulis huruf arabnya, baru huruf latinnya. Menurut Gubernur Khofifah, cara ini akan efektif.

“Jadi saat kita menyapa, Assalamualaikum.. kita tulis huruf arabnya dulu, baru tulis huruf latinnya. Ini akan lebih dimengerti oleh mereka, dan ini juga menghormati kultur setempat,” ujarnya.

Pernyataan Gubernur Khofifah disambut posititif oleh Danjen Akademi TNI, Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos. Menurutnya, kearifan lokal memang harus diperhatikan, sehingga tujuan Latsitarda yang positif ini juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat, serta program-program yang akan dijalankan berjalan sukses dan tepat sasaran. Khofifah yakin latsitarda akan memperkuat proses integrasi bangsa melalui manunggal TNI- Polri – Masyarakat.

Ditambahkannya, Latsitarda ke-39 ini akan diikuti oleh 886 personel taruna-taruni dan
mahasiswa yang berasal dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Polisi(Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan mahasiswa. Tujuan dari Latsitarda ini, imbuh Danjen Aan, adalah memantapkan jiwa dan semangat integrasi antar para taruna dan komponen masyarakat, dalam mengenal adat istiadat setempat. Sehingga, terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat, serta sebagai wahana pembelajaran dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan akademik para Taruna.

Dalam perkuliahan di kampus umum, ujar Danjen Aan, Latsitarda ini ibarat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sehingga kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan diantaranya adalah karya bakti, kajian sosial, bakti sosial kesehatan, penyuluhan bahaya narkoba, penanaman nilai juang, pengentasan buta aksara, dan pengenalan Akademi TNI, Akpol, dan IPDN.

“Jadi para taruna-taruni ini akan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari dalam kuliah untuk diterapkan di kehidupan nyata ditengah masyarakat,” pungkasnya (jf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *